THE FUTURE MARKETING

Hermawan Kartajaya (HK) dalam dalam bukunya  PDB (Positiong, Diferensiasi & Brand) pernah di tuliskan jika Konsep Marketing masih diartikan sebagai Marketing Mix (atau 4P = Price, Produc, Place & Promotion), dan Hermawan Kartajaya menganggap justru marketing mix bagian dari Diferensiasi bukan konsep Marketing secara kesuluruhan. Dalam marketing Mix, ada elemen harga (price) disana. Kita lihat dalam konsep HK, Marketing Mix posisinya berada dalam tactic Marketing, bukan sebagai Konsep Startegy Marketing kesluruhanya. Dan HK dalam Markplus Conference 2009 mengatakan “Marketing is not about selling…but Marketing is about How to Manage Product, Ho to Manage Customer and How to Manage Brand

Ini menunjukkan bahwa marketing tidak hanya mengandalkan Price atau harga atau bahkan selling yang menjadi andalan pebisnis konvensional. Dan dalam konsep HK tersebut bisa diartikan bahwa Marketing bukan pula dimulai dari perhitungan harga, dan titik akhirnya bukan dari hitungan harga juga, price dan selling adalah salah satu dari bagian Konsep Strategi Marketing secara kesluruhan. Dengan kata lain saya ingin mengatakan “Strategi Marketing yang baik dan ideal harusnya terbebas dari kepentingan harga”. Inilah yang saya sebut dengan kebebasan Financial dalam Marketing. Marketing tidak terikat penuh hanya dengan hitungan harga atau financial semata.

Bisa dibayangkan jika Marketing terbebas dari kepentingan FInansial (atau kebebasan Financial) kita akan benar-benar hidup sehat dan sejahtera hidup di dunia ini. Mengapa demikian dikarenakan kehidupan manusia ini sekarang rata-rat tergantung kepada barang-barang yang tidak perlu, misalnya kita secara tidak sadar terpaksa minum suplemen dengan tingkat yang di atas normal dikarenakan kampanye produk itu yang kita lihat di semua media baik ATL (above the line) maupun BTL (below the line) dengan harapan penjualan (selling) produk tersebut meningkat. Atau anak-anak kita dipaksa untuk cuci tangan dengan produk tertentu sehari bisa lebih dari 3 kali, sehingga frekuensi pemakian akan produk itu akan banyak, padahal cuci tangan tidak perlu sebanyak itu, sekali lagi ini karena Marketing hanya melihat dengan kaca mata kuda saja yaitu target Financial.

Atau dalam salah satu artikel Majalah The Markters pernah dibahas mengenai “BENCANA MARKETING. Artikel tersebut diterbitkan bebarengan dengan musibah Gunung Merapi di Yogyakarta. Dalam artikel tersebut ditulis oleh penulisnya yg intinya adalah “alangkah ironisnya spanduk-spanduk banyak sekali menghiasi posko pengungsian, sedangkan para pengungsi kurang mendapat selimut untuk tidur”. Sungguh ironis.

BIsa kita bayangkan seandainya Marketing terbebas dari kepentingan FInansial, kita tidak akan melihat orang yang dipaksa pakai produk yang tidak perlu, dan Kebabasan Finansial dalam Marketing akan menjadikan kita bangsa yang kuat dan bermartabat

Wassalam

Wallaahu a’lam bis-shawaab

Ingin diskusi  mengenai tulisan ini, silahkan follow twitter saya di @emcivic

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather