MARKETING SYARIAH : Perencanaan Marketing

simple_img_4Perencaan Marketing di jaman sekarang layaknya arena politik adu kuat,makanya di jaman sekarang ada yang menyebut fase ini adalah fase Marketing liberal, Kenapa demikian karena liberal mengedapankan suara konsumen yang akan menentukan produk kita mau dikemanakan. Jadi Marketing yang bergaya ala liberal menganggap semua perencanaan pemasaran bebas sebebasnya di buat, sehingga kita bisa lihat dalam kegiatan promosi kadang kita dapatkan hal yang tidak logis, misalnya apa hubunganya mobil dengan wanita berbusana minim, tapi hal itu wajar jika di lihat dari target kemenangan penjualan yang harus di dapat tahun ini.

Hal serupa sama saya alami juga dalam perencaan pemasaran yang saya lakukan dalam membantu partner bisnis dalam penetrasi pasar. Rekan-rekan yang sudah lama nongkrong diperusahaan tersebut berharap perencanaan marketing lebih di titik beratkan di Action Penjualan, hal itu wajar memang yang dibutuhkan adalah melambungkan penjualan setinggi  mungkin untuk target tahun ini. Tapi pertanyaanya adalah prioritas apakah dalam perencanaan marketing yang harus dilakukan. Dalam banyak kasus penerapan strategi marketing banyak yang tergesa-gesa hendak memenangkan secepatnya perlombaan jualan ini, padahal ada step yang hilang dalam perencaaan  marketing mereka. Mungkin temen-temen disana terinspirasi oleh Master Marketing yang mengatakan “Kalo jualan cuma di liat saja itu namanya PAMERAN” he3X, sekali lagi itu betul banget, tidak salah.

Tapi dalam berbisnis  saya yakin para Marketer berharap bekerja keras di awal dan berharap Brandnya hidup dalam jangka panjang. Apakah dengan berburu nafsu harus segera burur-buru jualan yang banyak dan menjadi juara dalam berjualan akan menjadikan kerja keras kita di awal saja akan terjadi, atau sebaliknya malah tiap tahun harus bekerja keras terus di awal tahun dan menjadi rutinitas yang bakal menjemukan. Dan apakah Brand bisa menancap di benak masyarkat jika tujuanya hanya penjualan jangka pendek. Padahal menurut pakar Brand negri ini Pak Subiakto. yang namanya BRAND yang baik adalah Brand yang sudah bisa menjadi gaya hidup di tengah-tengah masyarkat. Jadi edukasi kepada masyarkat akan pentingnya benefit produk kita perlu di share kepada target market kita dengan masih kreatif dan cerdas untuk menjadi gaya hidup target market kita. Bukankah Rasulullah SAW – pun butuh waktu untuk mendapatkan kepercayaan di tengah-tengah masyarakat, dan gelar Al Amin pun tidak di dapat dengan secepat kilat oleh Rasulullah SAW, walaupun  beliau adalah Utusan Allah SWT

Wallaahu a’lam bis-shawaab

Yuk ngobrol dan diskusi dengan saya di twitter saya @emcivic

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather