Marketing Syariah : Iklan Efektif VS Iklan Cerdas

imagesKonon kabarnya kita sekarang disodorin 1000 buah iklan setiap harinya. Rata-rata orang dewasa Indonesia menonton iklan televisi sebanyak 850 buah iklan per minggu, Luar biasa sekali iklan yang tampil di tengah-tengah rumah kita ini. Banyaknya jumlah iklan yang ditonton oleh masyarakat menjadikan Iklan sebagai tool Marketing yang paling efektif. Menurut Marketing Konvensional sebuah iklan yang efektif adalah Iklan yang sebanding dengan pendapatan atau penjualan produk yang di iklankan (tentu saja dalam jangka pendek). Tapi apakah Iklan yang efektif sudah cukup, apakah ada yang lain ?

Memang benar Iklan adalah tool marketing konvensional yang efektif untuk mendongkrak pendapatan/penjualan. Hanya saja menurut Marketing Syariah ukuranya iklan efektif bukan hanya iklan yang mengena dan tepat sarsaran di audiensnya & bukan hanya omset yang naik atau penjualan yang melambung saja, akan tetapi yang lebih penting : apakah komunikasi dalam Iklan yang ditayangkan berefek kepada edukasi kepada Audiens untuk semakin taat kepada Sang Pencipta. Jadi dalam Marketing Syariah naiknya omset atau penjualan dan edukasi kepada AUDIENS adalah nilai sasaran antara bukan sasaran Utama sebuah Iklan,  karena sasaran utama dalam Marketing Syariah – Iklan haruslah mengajak Audiens semakin taat kepada sang pencipta.

Pertanyaan akan timbul, gimana nih Marketing Syariah malah menyusahkan ? Oke bagi beberapa orang bisa jadi menyusahkan akan tetapi bagi orang yang bergelut di bidang kreatif bisa jadi sebaliknya. Kita tahu ada produk yang aturan main dalam beriklan diketatkan habis-habisan, produknya tidak boleh tampil secara nyata di iklan media apapun. Tapi apa yang terjadi justru iklan yang paling digemari masyarakat dan memenangkan beberpa penghargaan yang secara kontinyu justru produk ini, oke anda lihat “Iklan Rokok” adalah produk yang aturan Iklanya sangat ketat, seperti yang saya sampaikan di atas justru kondisi seperti ini jadi tantangan tersendiri buat mereka ….. dan mereka berhasil – Bravo…!!

Bandingkan dengan Iklan yang Vulgar baik dengan kata-kata berkomunikasinya atau dengan Model yang melihatkan lekuk tubuhnya. Memang bisa jadi Iklan tersebut efektif untuk mendongkrak pemasukan/penjualan, tapi tentu saja tidak syar’ie, dan lebih-lebih tidak memberikan edukasi kepada masyarakat. Dan bisa jadi iklan yang vulgar seperti itu produknya susah bertahan lama,dan bisa jadi talent atau modelnya (yang berakting secara Vulgar) juga biasanya tidak bertahan lama di jagat periklanan. Coba bandingkan dengan Dedy Mizwar yang menurut Agency produk yang dia Bintangi, susah untuk mengganti dia dengan model yang muda sekalipun. Coba anda lihat Produk itu tampil tiap Bulan Romadhon dan sudah beberapa tahun ini sang aktor ini di dampingi oleh model yang lebih muda – – hasilnya : tetap saja aktor ini tidak bisa tergantikan menjadi ikon produk kesehatan ini.

“Marketing Syariah beyond Marketing”, Sekali lagi marketing syariah bukan hanya Marketing Spiritual yang Universal saja, akan tetapi Marketing Sayriah selain mengajak anda untuk memenangkan perhatian Audiens terhadap produk anda, akan tetapi juga mengajak anda untuk cerdas dalam berkarya sehingga Audiens teredukasi untuk semakin taat kepada Sang Pencipta.

Wallaahu a’lam bis-shawaab

Ingin diskusi  mengenai tulisan ini, silahkan follow twitter saya di @emcivic

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather