Marketing Syariah : Cara Jitu menjadi Penjual Yang Baik

mirorDalam beberapa kali mengajar mata kuliah Marketing sering ada pertanyan apa perbedaan antara Marketing & Penjualan (sales). Saya sampaikan kalau marketing adalah berkaitan dengan strategi pemasaran atau lebih gampangnya Marketing berorientasi kepada “People Need”, apa yang diharapkan oleh masyarkat kepada produk kita, sedangkan penjualan atau sales lebih fokus ke Product Need, atau orientasinya adalah menjual produk yang di produksi atau dikeluarkan oleh perusahaan kita. Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah : adakah cara ber-jualan yang efektif. 

Beberapa orang mempunyai cara yang berbeda dalam  menjual, akan tetapi saya merasa Teknik Match & Mirorr adalah cara lumayan efektif untuk bernegosiasi dalam menjual. Teknik ini untuk menciptakan komunikasi yang saling percaya dan memungkinkan untuk membangun jembatan dialog kepada teman bicara kita. Dari ekpresi wajah sampai volume suara disesuaikan dengan teman bicara kita. Atau jika teman-teman semua belajar typologi orang bisa juga digunakan teknik tersebut, kebetulan saya belajar banyak dari Guru STIFIn sejak medio akhir tahun 2000 Bapak Farid Poniman. Disitu diajarkan mengenali kepribadian diri sendiri untuk mencapai jembatan emas kesuksesan kita, akan tetapi dalam perjalanan waktu saya gunakan juga teknik ini untuk mengenali calon pembeli. Jika kita ketahui calon client kita bicara dan bersikap dengan berkripadian A maka kita puaskan dan kita samakan komunikasi kita dengan komunikasi jenis A dan seterusnya. Alhamdulillah teknik ini bisa berjalan dengan baik selama ini.

Tapi yang lebih mencengangkan saya lagi, ketika membaca tulisan Ustad Felix Siauw yang berjudul “Avatar: Reflection of Capitalism Spreading Method | Imperalism!” dalam tulisan tersebut dijelaskan bagaimana Imperialisme juga melakukan dengan cara yang sama “Match & Mirorr “, saya kutip salah satu paragraf dalam judul tulisan beliau tersebut  dari   http://felixsiauw.com

“Look you’re supposed to be winning the hearts and minds of the natives. Isn’t that the whole point of your little puppet show? If you walk like them, you talk like them they’ll trust you. We build them a school, teach them English!”

“Perhatikan, kau seharusnya mengambil hati dan pikiran penduduk lokal. Bukankah itu inti daripada penyamaran kecilmu itu? Bila kau berjalan seperti mereka, bicara seperti mereka, mereka akan mempercayaimu. Kita bangunkan mereka sekolah, kita ajarkan bahasa Inggris!”

Artinya fakta mengatakan bahwa teknik tersebut memang sudah berhasil dipraktekan oleh banyak orang, tidak kecuali negara adi daya sekalipun, baik mereka praktekan di negara-negara yang sekarang sedang bergejolak,  ataupun tanpa kita sadari itu terjadi juga di negeri kita yang kita sangat cintai ini. Seperti yang kita lihat bagaimana produk asing dengan antengnya menyerbu kita, baik melalui produk barang-barang mewah ataupun produk barang yang kita butuhkan sehari-hari dari Air mineral sampai ke bahan bakar minyak. So jadi rekan-rekan semua bisa menggunakan teknik ini dalam menjual, tapi bagi anda sebagai objectnya penjualan sekarang bisa tahu bagaimana menangkalnya.

Wallaahu a’lam bis-shawaab

Ingin diskusi  mengenai tulisan ini, silahkan follow twitter saya di @emcivic

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather