Marketing Syariah Beyond Marketing

webex_headerSering muncul pertanyaan yang cukup menarik mengenai “Marketing Syariah”, ada yang mengatakan bahwasannya Marketing Syariah adalah kegiatan MARKETING yang sifatnya Spiritual dan Universal saja. Saya setuju akan pendapat tersebut akan tetapi saya berpikir perlu ditambahi lagi pengertian MARKETING SYARIAH tersebut, bahwa Marketing Syariah menurut saya tidak hanya sebatas hal itu saja. Karena kewajiban kegiatan Marketing Syariah bukan hanya untuk kebaikan sang Marketer dengan berlandaskan Syariah saja  dan bukan pula hanya sebatas kebaikan Marketer dan Client saja yang akad atau transaksinya sesuai dengan hukum syariah (Spiritual). Atau karena Marketing yang berlandaskan syariah bisa diterima manfaat dan kebaikanya di seluruh penjuru lapisan dunia ini (Universal).

Sekali lagi Marketing Syariah tidak hanya sebatas spiritual dan univbersal saja, lebih dari itu Marketing Syariah haruslah semua kegiatanya berdampak kebaikan baik bersama kedua belah pihak (internal client dan partner) maupun lingkungan di kedua belah pihak (eksternal client dan partner) terimbas dampak akad Marketingnya, so dengan kata lain Marketing Syariah harus membawa nilai positive kepada kedua belah pihak, baik lingkungan Internal maupun eksternal. Mengapa hal itu harus dilakukan? Nah, itulah ke-khasan Syariah Islam, karena seluruh kegiatan manusia sekecil apapun akan dipertanggungjawabkan dihari akhir kelak dihari pembalasan. Jadi kegiatan Marketing dalam Syariah tidak bebas sebebas bebasnya dan hanya sebatas profit oriented saja bagi kedua belah pihak apalagi hanya menguntungkan satu pihak saja, tapi harus menguntungkan lingkungan kedua belah pihak.

 

Terus bagaimana dengan bisnisnya sendiri? Apakah tidak boleh mengambil profit? Pertanyaan iseng-iseng berhadiah yang sering disampaikan J . Tentu saja boleh sekali mencari keuntungan dalam dunia perdagangan atau bisnis dalam Islam. Namanya juga dagang ya harus untung bukan malah sebaliknya. Jadi, mengambil keuntungan tidak dilarang dalam Islam.  Dan pertanyaan selanjutnya bagaimana bisa dengan konsekuensi kebaikan semua aspek dan keterbatasan dalam menjalankan kegiatan marketing, keuntungan bisa dengan mudah di dapatkan? Tentu saja jawabnya bisa. Pertama, karena hal itu sudah dijalanin banyak orang dan yang kedua “arrizku minallah” (rezeki itu datangnya dari Allah).

الله أعلم بالصواب
Allaahu a’lam bis-shawaab

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather