MARKETING SYARIAH : Apakah sebatas Etika dalam Bermarketing

imagesMasih ingatkah kita ketika ada penculikan seoarang artis perempuan yang heboh di dunia maya pada media tahuan kemarin, dan akhirnya beberpa hari setelah dipublikasi penculikan tersebut kemudia ada yang posting keberadaan artis tersebut di web sebuah perusahaan telepon seluler …. dan berakhirlah sensasi berita sang artis yang ternyata jadi Buzzer sebuah telepon seluler. Dan cara-cara marketing seperti tersebut akhirnya di ikuti oleh produk yang lain dan artis-artis yang lain. Yes kasus itu adalah salah satu contoh etika bermarketing. Tapi apakah Marketing Syariah hanya sebatas etika bermarketing saja
Tentu saja tidak, seperti yang saya sampaikan dalam artikel sebelumnya, ada yang menganggap Marketing Syariah hanya bersifat Spiritual saja atau bahasa saya untuk cari pahala sendirian saja. Atau ada yang menterjemahkan Marketing Syariah adalah Marketing yang Universal diterima semua pihak karena Islam dengan Syariahnya adalah Rahmatan Lil Alamin, ya itu jelas betul sekali. Tapi sekali lagi Marketing syariah tidak boleh terjebak hanya dalam dua hal ini Spiritualitas dan Universal apalagi hanya dikaitkan oleh Etika dalam bermarketing. Karena ada lagi yang hal yang  sama pentingnya dengan ketiga hal tadi, yaitu Marketing  Syariah harus mempunyai dampak yang baik pasca eksekusi Strartegi Marketingnya. Jadi setiap strategi marketing yang kita keluarkan apakah mempunyai dampak baik atau buruk bagi konsumen dan terutama masyarkat luas.

Apakah kemudian Marketing Syariah adalah sebuah hal yang rumit dan mengekang, dari sudut Marketing Konvensial bisa jadi mungkin iya, tapi yang menanyakan hal itu mereka lupa, karena masyarakat sekarang memilih Perusahaan atau produsen yang benar-benar komit dengan konsumen. Contoh paling mudah adalah Porsche dan Ferari mereka melakukan penelitian yang panjang  dan dalam untuk meluncurkan mobil produksi mereka, sedangkan ada produsen mobil yang lain meluncurkan dulu produknya dengan berbagai type dari yang harga di atas sampai dengan harga yang di bawah. Setelah itu mereka akan mengetahui produk yang mana yang laku di masyarakat. Cara yang terkahir ada yang menyebut ini adalah SMART MARKETING he5X…… Bisa dibandingkan siapa yag paling komit dalam hal ini.

Jadi seandainya ke 4 aspek tersebut bisa dilaksanakan, dengan berpikir Strategi Marketing harus mempunyai spiritualitas yang universal dan yang bertertika dan mempunyai dampak baik buat konsumen dan masyarkat luas, saya berkeyakinan operasional perusahaan tidak perlu banyak budget yang dikeluarkan, Karena jika empat aspek itu dilakukan mungkin bisa jadi kegiatan CSR tidak perlu dilakukan lagi dan pekerjaan PR  tidak memakan energi untuk membantah dan menjawab complain dari customer, PR bisa fokus menjelaskan kelebihan perusahaan kepada masyarkat luas.

Wallaahu a’lam bis-shawaab

Ingin diskusi  mengenai tulisan ini, silahkan follow twitter saya di @emcivic

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather