LINIMASSA : SEBUAH CATATAN SOLUSI KETIDAK ADILAN INFORMASI

Terheran-heran dan kaget ketika pekan lalu membaca berita di detik.com, Pemerintah Austarlia minta ijin agar Film Linimasa akan di masukkan dalam kurikulum pelajaranya, karena film ini bisa menunjukkan pergesaran Budaya di negri Tetangga mereka. Tentusaja ini sebuah kebanggan tersendiri, buat yang sudah lelah bekerja keras untuk menghasilkan karya ini. Dan salut kepada seluruh crew dan semua pendukung film Documenter ini yang benar-benar telah berhasil merajut semua penggalan peristiwa dan tokoh sehingga membuka mata banyak orang, bahwa tidak semua yang tertangkap dan dibayangkan orang mengenai negri ini hanya yang jelek-jelek saja. Masih banyak hal positive yang di miliki oleh negri ini.

Sangat tepat yang dipotret oleh Film dokumenter ini, Bagaimana hebatnya anak-anak negri ini memaksimalkan potensi Sosial Media ini, dari potensi pariwisata, sosial sampai counter berita negative yang cilakanya justru dilakukan oleh media mainstream dalam negri. Betul yang disampiakan di fiml ini , jika pemerintah tidak mampu memaksimalkan potensi Sosial Media yang telah di lakukan oleh anak-anak negri ini.  Dan benar juga yang disampikan oleh salah satu nara sumber dalam film tersebut, bahwa “Aktivitas penggiat sosial media di negri ini bisa dijadikan contoh oleh negara-negara lain dalam melakukan kegiatan untuk berbagai kepentingan sosial maupun pemberdayaan ekonomi”. Walo pemerintah tidak perduli, bisa jadi itu malah jadi peluang buat kita untuk memaksimalkan potensi ini, dan gak perlu harus nunggu birokrasi pemerintah untuk melakukanya, saatnya masyarkat berkarya dan bersatu tanpa bantuan rezim ini.

Di era kapitalisme ini media mainstream yang dikuasai oleh segelintir orang tertentu yang mempunyai modal yang kuat, berhasil menguasai informasi untuk kepentingan mereka. Dan informasi yang diberitakan hanya sesuai dengan kebijakan station pemberitaanya saja. Berkaca dari film dokumenter Linimasa ini menunjukkan Sosial Media bisa menjadi penyeimbang informasi yang diberikan oleh media mainstream itu, bahkan bisa jadi counter dari pemberitaan yang lebih banyak tidak berimbangnya. Media Sosial menjadikan masyarakat yang tadinya tidak berdaya menjadi pemegang kekuasaan sesungguhnya. Kini Eranya Media Sosial, kini eranya masyarkat yang benar-benar menentukan dirinya sendir. Bersyukur kehadirat Yang Maha KUASA yang benar-benar adil, ditengah ketidak berdayaan oleh serangan Informasi dari para KAPITALIS, sosial media (yg nota bene buatan penduduk negara yg penganut Kapitalis) menjadikan solusi ketidak adilan informasi ini, mari bersama-sama kita maksimal sosial media untuk menggali dan memanfaatkan potensi negri yang sanagat luar biasa ini. Di ramalkan beberapa pengamat Negri kita ini akan menjadi penguasa ekonomi dunia. Saatnya kita berkarya untuk menyongsong hari itu. Wassalam

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather