Iklan Biaya Tinggi di Bulan Romadhon

Kembali kita kan memasuk Romadhon tahun ini , dan kembali kita akan diberikan pandangan yang homogen, dari mass media sampai mall mereka berubah menjadi  layaknya kampung muslim, semuanya mengaku-ngaku paling Islami dan berlomba-lomba mencoba memperlihatkan bahwa mereka peduli dengan target konsumen paling besar di negri ini. Setiap hari kita disapa oleh Iklan dan acara TV yang berbau Islam dan tak henti-hentinya Iklan dengan suasana Islam tampil di layar kaca kita, terutama acara favorit kaum muslim di bulan romadhon ini “ADZAN MAGHRIB” 🙂 , konon kabarnya harga Iklan di bulan Romadhlon ketika menjelang adzan maghrib sungguh amat fantastis.

Dari tahun ke tahun fenomena rutin itu terjadi setiap saat, hal ini membuktikan bahwa target sasaran pasar Mulsim sangat menggiurkan, terutama untuk produk yang berkaitan dengan Busana Muslim. Di luar Bulan Romadhon permintaan akan produk tersebut sangat tinggi, apalagi menjelang Romadhon, dan hal tersebut dibenarkan oleh para pedagang Busna Muslim baik melalui offline maupun online. Pasar yang sangat menggiurkan. Tapi disisi lain ternyata potensi pasar di busana Muslim yang sangat besar ini sudah dilirik oleh Asing, dan mereka siap untuk masuk ke pasar negri ini,  dengan kualitas yang lebih bagus dan pelayanan standard international.

Apakah produsen di dalam negri akan sanggup menandingi kemampuan Prodsuen asing yang akan masuk, tentu saja rata-rata akan menjawab tidak atau belum. Hanya saja ada yang mengatakan memang produsen kita harus di buat demikian supaya para produsen yang kebanyakan UKM akan terbangun dengan daya kejut pemain ASING. Tapi apa iya demikian? Yang sudah-sudah tidak begitu malah banyak produsen yang rontok di tengah jalan dengan hadirnya produsen asing dengan kemampuan finansial dan manajemen yang kuat. Sedangkan produsen lokal yang tidak punya kekampuan besar dan tidak pernah di bantu oleh siapapun akan mudah rontok.

Kita lupakan saja pembuat kebijakan yang harusnya membantu kita untuk tumbuh dan berkembang, seribu satu alasan bisa mereka sampaikan kepada kita. Tanpa disadari asing setiap saat masuk ke dalam negri kita dengan berbagai cara, baik lewat offline maupun online. Dan di penjualan secara online, asing yang tidak membuka kantor disinipun bisa melakukan kegiatanya dan hebatnya mereka tida bisa dikenakan pajak, ya karena meraka tidak ada secara fisik di negri ini, akan tetapi uang kita lari ke mereka dan kita sebagai pembeli justru dikenakan pajak penjualan.

Saatnya kita bergerak dengan cara yang elegant, beri apresiasi yang tinggi kepada produk dalam negri yang mempunyai kemampuan yang berkualitas dan bantu produk kita yang masih merangkak untuk lebih berjaya dan mari mencintai produk buatan saudara kita sendiri.

Wallahu a’lam bis-shawaab

Ingin diskusi mengenai tulisan ini, silahkan follow twitter saya @emcivic

 

 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather