Berakhirnya Dominasi Jepang

Iwo JimmaSetelah membaca tulisan The Death Samurainya Bang Yodhia Antariksa, msc , di dalam tulisan tersebut dibeberkan persaingan antara Jepang dan Korea dengan dominiasi Jepang di dunia elektronik selama 20 tahun, akhirnya Korea bisa mengimbangi bersama duet maut Korea LG & SAMSUNG, tapi debut korea terletup sebenarnya karena budaya jepang yang sudah tidak up date lagi di era digital ini. Disebutkan dalam tulisan tersebut bahwasanya

Faktor 1 : Harmony Culture Error. Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).

Faktor 2 : Seniority Error.  Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.

Faktor 3 : Old Nation Error. Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.

Jepang yang sangat fenomenal bertahun-tahun hingga 20 tahun lamanya menjadi contoh yang fenomenal membangun perusahaan , akan tetapi ternyata di era Digital ini Jepang ada juga kelemahannya. Korea-pun berhasil melihat kelemahan Jepang.  Dan pertempuran-pun di menangkan oleh Korea.  Budaya perusahaan di Korea yang tidak membutuhkan waktu panjang untuk menetapkan sebuah keputusan, dan ini terlihat di produk-produk elektronik semisal Samsung, produk-produk mereka selalu Update dan selalu menjadi incaran para konsumen.

Pertanyaan besarnya bagaimana dengan negri ini.  apakah juga bisa merebut Trophi pucuk pimpinan mengungguli Korea,. Belajar dari segala kelemahan & kekuatan Jepang serta bagaimana Korea bisa mencuri kemenengan itu Sang OPTIMIS pasti mengatakan Bisa ! Serta melihat trend di era digital seharusnyalah sang OPTIMIS mengatakan tidak butuh waktu 20 tahun.

Mari sama-sama kita kerja keras untuk membuktikanya. Semoga senin ini menjadi senin yang Membara – Selamat Berkarya mari menyongsong kebangkitan Negri ini

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather